atau Unit Usaha Otonom Penyelenggara Tes (UUO PT) adalah unit
organisasi khusus di dalam Koperasi Perencanaan/Koperasi Pegawai
Bappenas, yang didirikan khusus untuk mengganti peran Unit Usaha
Pelayanan Penyelenggaraan Tes Potensi Akademik (UPP TPA) Pusat
Pembinaaan Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan (Pusbindiklatren)
Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), sejak ditutupnya UPP
TPA di Bappenas.
Berdasarkan survei soal yang dikeluarkan oleh OTO Bappenas
lebih sulit daripada lembaga lainnya. Begitu juga biaya pendaftarannya lebih
mahal. Kalian tidak perlu khawatir akan
kesulitan soalnya atau biaya yang mahal. Peserta TPA Bappenas akan mendapatkan
beberapa hak yang tidak diperoleh mengikuti tes TPA di lembaga lainnya sebagai
berikut:
Keunggulan TPA Bappenas
• Cara mendaftar mudah melalui online.
• Nilai lebih cepat keluar, biasanya 3-4 hari kerja.
• Sertifikat bisa diambil langsung di kantor atau diantarkan
sesuai permintaan peserta setelah nilai keluar.
• Sertifikat TPA Bappenas diakui secara nasional. Banyak
yang mensyaratkan TPA Bappenas dari pada yang lainnya.
Cara Mendaftar TPA Bappenas
• Buka webnya (koperasi.bappenas.go.id ), lalu cek jadwal
yang tersedia tiap bulannya.
• Segera melakukan pembayaran melalui ATM BNI ditransfer
pada no rekening tujuan. Jangan transfer mendekati batas akhir pendaftaran
karena mempengaruhi kuota yang hanya terbatas. Kalau biaya yang saya ikuti TPA
Bappenas di Jakarta adalah Rp. 380.000,00. Biayanya bisa berbeda sesuai penyelenggaranya.
• Siapkan scan dalam bentuk jpg atau foto KTP, Ijazah
terakhir dan bukti transfer. Ada persyaratan minimal pendidikan D3 yang boleh
mengikuti TPA Bappenas.
• Mengisi biodata diri di web dan melengkapi semua berkas
yang dibutuhkan harus diupload.
• Menunggu balasan konfirmasi email.
• H-2 diberitahukan jadwal waktu dan tempatnya melalui
email. Jika berhalangan di hari H, minimal H-2 harus mengkonfirmasi melalui
surat tertulis untuk menunda jadwal test ke hari lain. Jadwal hanya bisa
ditunda satu kali, jika mengkonfirmasi lebih dari H-2 dan berhalangan hadir
maka biaya dianggap hangus dan tidak bisa dikembalikan.
Peserta harus tiba di lokasi 30 menit sebelum tes dimulai.
Lalu, mencari ruangan yang ditempel oleh petugas dilanjut registrasi ulang.
Membawa KTP asli, bukti transfer asli dan foto berwarna 3×4 sebanyak 2 buah.
Jika sudah tiba waktunya, akan dipersilahkan masuk oleh pengawas. Dalam satu
ruangan terdapat 4-5 pengawas yang terdiri pengawas utama dan pendamping.
Peserta diberikan kesempatan untuk ke kamar mandi terlebih
dahulu sebelum tes. Setelah pengawas utama membaca peraturan, salah satu
perwakilan peserta membuka soal yang masih disegel diletakkan dalam koper. Lalu
dibagikan lembar jawaban, buku soal dan lembar kuisioner oleh pengawas pada
masing-masing peserta. Peraturannya adalah di atas meja hanya ada pensil 2B,
penghapus, rautan, KTP dan kartu pengenal peserta yang diperoleh waktu
registrasi ulang.
JENIS-JENIS TES POTENSI AKADEMIK (TPA)
Secara Garis Besar, Tes Potensi Akademik Dibagi 4 Subtes
Yaitu Tes Bahasa (Verbal), Tes Angka (Numerik), Tes Logika, Dan Tes Gambar
(Spasial). Dibawah Ini Penjelasan Pada Masing-Masing Subtes Tes Potensi
Akademik.
Tes Bahasa (Verbal)
Tes Bahasa (Verbal), Pada TPA Subtes Ini Dibagi Menjadi 4
Bidang Bahasa, Yaitu:
• Tes lawan
kata (antonim) yaitu peserta tes diminta untuk mencari satu kata yang menjadi
lawan kata pada soal yang tersedia
• Tes
persamaan kata (sinonim) yaitu peserta tes diminta untuk mencari satu kata yang
menjadi persamaan kata pada soal yang tersedia
• Tes
pengelompokan kata yaitu peserta diminta untuk mencari satu kata yang tidak termasuk
kategori sejenis
• Tes
padanan kata yaitu peserta diminta untuk mencari satu kata yang sesuai dengan
pasangannya pada soal yang tersedia.
Harry
Tolley Menjelaskan Bahwa Membaca Dan Memahami Kalimat Atau Kata Yang Tertulis
Serta Kemampuan Bahasa Adalah Salah Satu Cara Untuk Melihat Kemampuan
Seseorang. Tes Ini Juga Sangat Erat Hubungannya Dengan Tes Kognitif, Tes
Kecerdasan Maupun Tes Psikometri. Subtes Ini Dirancang Untuk Mengetahui
Seberapa Jauh Seseorang Menggunakan Bahasanya Seefektif Mungkin Dengan Bahasa
Baku
Tes Angka (Numerik)
Tes Angka (Numerik), Pada TPA Subtes Ini Dibagi Menjadi 5
Bidang Numeric, Yaitu:
• Tes angka
pada cerita yaitu peserta diminta untuk membaca soal cerita yang tersedia di
soal dan menjawab pertanyaan yang sesuai dengan kehendak soal pada kolom
jawaban dengan cepat
• Tes
logika angka yaitu peserta diminta untuk menalar persamaan angka yang tersedia
pada kolom jawaban secara logis
• Tes seri
huruf yaitu peserta diminta untuk menjawab huruf selanjutnya yang rumpang pada
deret huruf dan biasanya pada bagian ini mempunyai pola tertentu
• Tes deret
(serial angka) yaitu peserta diminta untuk menjawab bilangan selanjutnya yang
rumpang pada deret angka dan biasanya pada bagian ini deret angka mempunyai
pola tertentu juga
• Tes
hitungan (aritmatika) yaitu peserta diminta untuk menghitung dengan menambah,
membagi, mengali maupun membagi bilangan yang tersedia di soal dan biasanya
soal pada bagian ini menjebak hitungan peserta walaupun terlihat mudah
Tes Logika
Pada TPA Tes Ini Berguna Untuk Menguji Memecahkan Masalah
Dengan Logis Dan Penalaran. Subtes Ini Dibagi Menjadi 4 Bidang Logika, Yaitu:
• Tes
logika diagram yaitu peserta diminta untuk menginterpretasikan suatu diagram
yang tersedia pada soal dan jawaban biasanya berupa pernyataan yang sesuai pada
diagram soal
• Tes
logika cerita yaitu peserta diminta untuk membaca suatu cerita yang tersedia di
soal dan menjawab soal-soal yang berhubungan dengan cerita pada soal tetapi
biasanya pertanyaan dan jawaban pada soal tidak secara langsung terdapat
jawabannya pada cerita
• Tes
silogisme (analisa sebuah pernyataan dan kesimpulan) yaitu peserta diminta untuk
apakah pernyataan dan kesiimpulan yang diambil dalam soal maupun jawaban sudah
benar atau belum
• Tes
logika umum yaitu peserta diminta untuk menalar suatu pernyataan yang logis
dengan cepat
Tes Gambar (Spasial)
Pada TPA Tes Ini Dibagi Menjadi 4 Bidang Spasial,
Yaitu: .
• Tes
padanan gambar yaitu peserta diminta untuk mencocokkan gambar yang sesuai
dengan pertanyaan dengan jawaban yang ada
• Tes
bayangan gambar yaitu peserta diminta untuk menalar bagaimana suatu gambar akan
dicerminkan pada suatu bayangan dan hasil dari bayangan tersebut memberi
gambaran seperti pada kolom jawaban yang tersedia
• Tes
kelompok gambar yaitu peserta diminta untuk mengelompokkan gambar yang sesuai
kondisi atau satu kategori yang sama dengan kategori yang berbeda pada jawaban
• Tes
identifikasi gambar yaitu peserta diminta untuk mengidentfikasi gambar apa yang
tertera pada soal maupun jawaban yang tersedia
Soal-Soal TPA Bappenas
Soal-soalnya terdiri dari 3 bagian yaitu:
• Verbal (90 soal), waktu 60 menit. Ciri-ciri soalnya adalah
sinonim, antonim atau padanan kata.
• Kuantitatif (90 soal), waktu 60 menit. Ciri-ciri soalnya
berupa perhitungan matematika mulai dari yang sederhana sampai soal cerita.
• Logika (70 soal), waktu 60 menit. Ciri-ciri terdapat soal
cerita dan pola gambar yang harus berfikir secara logika.
Contoh Soal TPA
1. Setiap siswa dikelas X memiliki kalkulator grafik. Setiap
orang yang memiliki kalkulator grafik
mengerti tentang fungsi trigonometri. Roni adalah siswa kelas X. Jadi...
a. Roni tidak memiliki kalkulator grafik
b. Roni mengerti tentang fungsi trigonometri
c. Roni belum tentu memiliki kalkulator grafik
d. Roni belum tentu mengerti tentang fungsi trigonometri
e. Roni mengerti tentang fungsi trigonometri tetapi tidak
memiliki kalkulator
2. Semua karyawan diberi cuti. Sebagian karyawan diberi
pesangon. Jadi...
a. Semua karyawan diberi cuti dan pesangon
b. karyawwan yang diberi cuti biasanya diberi pesangon
c. Sebagian karyawan diberi cuti dan pesangon
d. Karyawanyang diberi pesangon psti diberi cuti
e. Karyawan tidak diberi cuti dan pesangon
3. Suatu keluarga memiliki beberapa cucu, diantaranya Nita,
Finda, Fandi, Fano, dan yang lainnya.
Niita lebih tua dari pada Fandi, dan Finda lebih muda dari pada Fano.
Jika Finda lebih muda dari pada Fandi, manakah pernyataan
yang tidak benar?
a. Fano lebih muda dari pada nita
b. Fano lebih muda dari pada Fandi
c. Fandi lebih muda dari pada Fano
d. Nita usianya sama dengan Fano
e. Nita lebih muda dari pada Finda
Sinonim
1. BAKA
a. Sebentar
b. Selamanya
c. Abadi
d. Elaborasi
e. Bertahan lama
2. KANAKA
a. Sering
b. Manusia
c. Hewan
d. Jarang
e. Serius
3. KAFI
a. Mapan
b. Menetap
c. Lengkap
d. Berpindah
e. Sesusai urutan
4. ACUAN
a. Pegangan
b. Pedoman
c. Pemacu
d. Rujukan
e. Pendorong
Antonim
1. EMIGRASI
a. Imigrasi
b. Urbanisasi
c. Migrasi
d. Ekspor
e. Impor
2. INSIDENTAL
a. Jarang
b. Rutin
c. Tertentu
d. Tepat
e. Salah
3. VERSUS
a. Lawan
b. Mitra
c. Pengaruh
d. Cegah
e. Ancam
Jadi, total soal adalah 250 dikerjakan dalam waktu 180 menit
atau 3 jam. Artinya tiap 1 soal hanya diberikan waktu 30 detik. Jadi kita harus
fokus mengerjakannya. Peserta dilarang mengisi bagian yg belum disuruh oleh
pengawas, bagian yang dikerjakan harus berurutan mulai verbal, lalu kuantitatif
dan terakhir soal logika.
Dalam mengerjakan bagian nomer boleh diacak, dan tidak ada
pengurangan nilai untuk jawaban yang salah. Pengawas akan membetahukan batas
waktu mengerjakan tiap 10 menit terakhir. Peserta harus sering latihan untuk
bisa mengerjakan soal dan bisa mengatur waktu sebaik mungkin. Nilai terendah
adalah 200 dan tertinggi 800. Biasanya syarat untuk S2/S3 adalah 450 atau 500
ke atas.
Berikut tips mendapatkan skor > 575:
• BELAJAR
Belajar akan lumayan membantu untuk meningkatkan skor.
Merefresh otak kembali dari pelajaran yang dulu terlupa. Misalnya beberapa kata
di verbal dalam buku TPA. Untuk matematika, dengan belajar kita jadi mengulang
kembali soal-soal matematika misalnya soal susul-menyusul waktu, satuan ukuran,
rumus bangun ruang. Untuk penalaran, ada rumusnya sehingga kita bisa lebih
cepat dan benar dalam menyelesaikan penalaran logis.
• PAHAMI JENIS SOAL YANG AKAN KELUAR
Supaya tepat sasaran, kita sebaiknya tahu apa saja jenis
soal TPA. Ada tiga subtes dengan jumlah 250 soal dengan waktu pengerjaan 60
menit per subtesnya.
Untuk lebih jelasnya, seperti apa soalnya dapat dilihat di
buku-buku TPA yang tersedia, kalau saya saat ini punya tiga buku (niat yee)
yang saya pelajari:
Referensi Pintar TPA Pascasarjana S2/S3 karangan Raditya
Panji Umbara
Masterpiece TPA Versi OTO Bappenas karangan Tim Litbang
Media Cerdas
TOP Update PAKAR TPA Tembus Skor 700+ Versi Oto Bappenas.
Misalnya:
•Jangan lupa bawa form pendaftaran dan bukti transfer
•Survey lokasi
•Datang jangan ngepas waktunya
•Sarapan dulu sebelum ujian
•Bawa jaket buat persiapan (tes yang kedua, ruangan ACnya
dingiiiinnn betul)
•Peralatan-peralatannya jangan ketinggalan (pensil,
penghapus)
•Persiapan air
• PASRAH DAN DOA
Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Kesuksesan
menurut saya adalah apapun hasilnya ketika kita menengok kebelakang tidak ada
lagi penyesalan karena kita sudah melakukan usaha terbaik semampu kita. Mungkin
kita kurang di satu sub tes, tapi nilai kita terangkat di sub tes lain jadi
masih ada harapan untuk mendapatkan skor yang kita targetkan, karena kan
penjumlahannya dibagi 3. ) telah mengembangkan alat seleksi yang dinamakan Tes Potensi
Akademik (TPA). TPA dirancang untuk mengungkap potensi intelektual, yang
dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan seseorang jika yang
bersangkutan mengikuti jenjang pendidikan S2 atau S3.
dapat memberikan pelayanan penyelenggaraan TPA melalui
kerjasama dengan lembaga pengguna tes yang bermaksud mengadakan seleksi
penerimaan pegawai, mutasi dan promosi jabatan, atau penerimaan
mahasiswa baru jenjang pendidikan S2 dan S3.
) Tes Potensi Akademik, yang bergabung di PT Bina Cipta Seleksindo (BCS).
BCS adalah lembaga pemegang hak lisensi penggunaan nama Tes Potensi
Akademik (TPA) OTO Bappenas, yang terdaftar di Departemen Hukum dan HAM
Republik Indonesia.
Ruang lingkup
kegiatan pelayanan di atas meliputi penyediaan buku soal, lembarjawaban,
tenaga pengawas (pengawas utama dan pengawas pendamping), dan penilaian
skor serta pengiriman nilai. Sedangkan kriteria dan persyaratan peserta
lainnya serta batas kelulusan ditentukan oleh lembaga pengguna tes yang
bersangkutan.
dapat juga memberikan pelayanan
individual sesuai dengan mekanisme penyelenggaraan tes individual.
Siapkan diri dan mental Anda secara matang untuk
mengantisipasi berbagai tipe soal. Tumbuhkan sikap optimis bahwa Anda mampu
mengerjakannya dengan baik. Selamat belajar dan semoga sukses dengan target
nilai 799!
Jl. Proklamasi No. 44, Jakarta Pusat 10320