Jumat, 21 Februari 2020

Tips Menghadapi Soal Tes Potensi Akademik


Tips Menghadapi Soal Tes Potensi Akademik




Tips Menghadapi Soal Tes Potensi Akademik – Soal tes potensi akademik terlihat mudah dan tidak terlalu memebani pikiran. Namun bila diamati, tes yang satu ini bisa menjadi boomerang bagi para pelajar yang serius ingin masuk perguruan tinggi. Mengapa demikian? Soal tersebut sering diacuhkan dan dianggap mudah sehingga mereka salah menjawabnya.

Selain acuh tak acuh, waktu pengerjaan yang sedikit, dan tingkat kesulitan soal yang meningkat bisa berpengaruh terhadap benar atau tidaknya jawaban siswa. Padahal, TPA merupakan tolak ukur apakah seorang siswa pantas masuk dan lulus di sistem pembelajaran perguruan tinggi. Jika seorang siswa lulus tes potensi akademik ini, maka bisa dipastikan ia dapat menyelesaikan studi dengan baik di perguruan tinggi tersebut. Nah, lalu bagaimana cara agar kita lolos tes ini? Simak terus artikel ini dan dapatkan tips menghadapi soal tes potensi akademik.
  1. Berlatihlah Sesering Mungkin
Seperti kata pepatah, practice makes perfect. Semakin sering seseorang berlatih, semakin besar pula peluangnya untuk mencapai tujuan dengan baik. Beberapa minggu sebelum waktu pelaksanaan tes, persiapkan senjata berperang Anda dan siapkan mental untuk berjuang. Usahakan untuk memperoleh buku yang merangkum berbagai jenis soal-soal TPA pada tahun sebelumnya sesuai tujuan Anda. Tidak harus membeli yang baru, bahkan Anda bisa mencari sendiri contoh soal di internet dan mencetaknya untuk dikerjakan sebagai latihan.
Dengan rajin latihan soal, semakin lama Anda akan semakin akrab dengan model soal dan lebih terampil dan cepat dalam menjawabnya. Ingatlah bahwa saat tes berlangsung akan ada batasan waktu, ada baiknya Anda juga memberi batasan waktu sedari masih dalam tahap latihan, sehingga nantinya lebih bisa mengatur strategi untuk menjawab soal dengan waktu yang efisien.
  1. Berteman Akrab dengan Karakteristik Soal TPA
Walaupun sama-sama dinamakan dengan TPA, namun jika penyelenggaranya berbeda, tentunya tingkat kesulitan, model soal, dan strategi penyelesaiannya pun berbeda. TPA yang diadakan oleh Bappenas misalnya, tentu berbeda dengan TPA untuk pascasarjana. Oleh karena itulah, sebelum waktu pelaksanaan tes, jauh-jauh hari cari terlebih dahulu informasi sebanyak-banyaknya tentang karakteristik soal penyelenggara tersebut.
Setiap instansi penyelenggara tentunya memiliki parameter tersendiri yang menentukan apakah seseorang lolos TPA atau tidak. Banyak-banyaklah mempelajari dan menganalisis model tiap soal sesuai instansi penyelenggara TPA yang akan Anda jalani. Usahakan pula selalu mempelajari soal-soal yang up to date, maksimal 3 tahun sebelumnya.
Semakin lama jenis soal TPA tentunya semakin berkembang, jangan sampai yang Anda pelajari sudah ketinggalan zaman dan tidak lagi akan muncul di tes yang akan dijalani. Biasanya jenis soal akan paling mirip dengan tes pada waktu tepat sebelumnya. Jika memungkinkan, rajinlah juga bertanya pada senior yang tahun sebelumnya berhasil lolos TPA.
  1. Kiat Mengerjakan Sesi Tes Verbal
Pada sesi tes verbal, Anda akan dihadapkan dengan soal yang berhubungan erat dengan makna suatu kata, lawan kata, sinonim kata, dan sebagainya. Pengetahuan yang luas mengenai perbendaharaan berbagai kata sangat diperlukan disini.
Untuk melatih kemampuan verbal Anda, lakukan beberapa hal berikut.
  • Banyak membaca. Jangan hanya membaca berita selebritis, cobalah tingkatkan kemampuan pemahaman istilah Anda dengan membaca koran, majalah ekonomi dan bisnis, atau buku-buku sastra. Semakin banyak dan rajin Anda membaca, semakin baik kemampuan verbal Anda.
  • Pelajari kata yang tidak dimengerti. Selama latihan TPA berlangsung, jika menemukan soal dengan kata yang asing dan belum Anda pahami, jangan tinggalkan begitu saja. Carilah maknanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia sehingga Anda paham betul dan ketika ditanyakan kembali Anda sudah tahu jawabannya.
  • Buat daftar kata-kata tidak umum. Agar bisa dibaca sekilas sehari sebelum tes berlangsung, buatlah list kata-kata yang sering muncul di soal. Baca kembali sehari sebelum tes berlangsung sehingga persiapan Anda maksimal.
  1. Kiat Mengerjakan Tes Numerik
Pada sesi tes numerik yang behubungan dengan angka, Anda akan dihadapkan dengan operasi matematika yang dasar. Pada dasarnya, pengerjaan tes numerik tidak akan memerlukan ingatan mengenai rumus yang sangat rumit.
Lakukan kiat-kiat berikut untuk mengerjakan tes numerik :
  • Latihan menghitung cepat. Siapa pun bisa menghitung, namun tidak semua orang berlatih untuk menghitung cepat. Dari soal latihan TPA, cobalah untuk menekan diri Anda mengerjakan di bawah batas waktu yang diberikan. Semakin sedikit waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan soal, semakin banyak soal yang bisa dikerjakan.
  • Pilih soal yang mudah lebih dulu. Jangan berkutat terlalu lama memecahkan persoalan di satu soal sehingga soal lainnya terbengkalai. Ingatlah bahwa tiap soal akan dinilai dengan point yang sama. Jika Anda mendahulukan soal yang mudah dikerjakan, akan semakin banyak soal yang berhasil Anda jawab tanpa perlu menghabiskan waktu.
  • Asah logika berpikir. Kebanyakan soal numerik juga membutuhkan kemampuan logika yang kuat. Oleh karena itu, jangan hanya menghitung saja, namun pahami betul-betul apa yang Anda hitung dengan logika berpikir yang benar.
  1. Fokuskan Diri Mengerjakan Sesi Per Sesi
Saat mengerjakan TPA, fokuskan tubuh dan pikiran hanya untuk mengerjakan soal dan singkirkan sementara pikiran-pikiran lain yang mengganggu. Pendeknya, saat mengerjakan satu soal, baca baik-baik pertanyaan yang ada, dan tentukan terlebih dahulu apakah kira-kira Anda bisa mengerjakan soal tersebut.

Jika kira-kira soal tersebut asing modelnya bagi Anda, tinggalkan saja dan beralihlah untuk fokus ke soal yang lebih familiar. Semakin terlatih Anda, semakin Anda mampu memfokuskan pikiran lebih baik. Saat lebih fokus, biasanya orang juga akan lebih bijak dalam mengatur waktu untuk menyelesaikan sebanyak mungkin persoalan.
  1. Persiapkan Fisik yang Prima
Dalam menghadapi tes potensi akademik, Anda akan dihadapkan dengan ratusan soal dalam waktu yang relatif lama, namun singkat untuk menyelesaikan tiap soalnya. Tanpa fisik yang prima, pikiran akan terganggu saat mengerjakan tes. Tentunya Anda tidak ingin ketika tes berlangsung kemudian Anda terganggu dengan sakit kepala, mulas, atau terserang flu dan hidung mampet.

Agar hal tersebut tidak terjadi, maka sebelum tes berlangsung sebisa mungkin persiapkan fisik agar tetap prima selama tes berlangsung. Jika fisik yang prima sudah Anda dapatkan, maka Anda sudah setengah jalan siap menjalani tes. Di pagi hari sebelum tes berlangsung, jangan lupa pula sarapan dan minum yang cukup sehingga Anda tidak terganggu dengan rasa lapar dan haus ketika mengerjakan tes.
  1. Persiapkan Kondisi Mental dan Spiritual
Selain fisik yang prima, untuk dapat menghadapi tes potensi akademik dengan baik, seseorang juga harus memiliki kondisi mental dan spiritual yang kuat. Bagi banyak orang, ketenangan spiritual bisa didapatkan dengan lebih banyak berdoa. Para muslim biasanya akan lebih banyak bertahajjud dan para penganut agama lain akan lebih banyak mengunjungi rumah ibadah dan lebih khusyuk berdoa.

Menjaga kondisi spiritual agar tetap sehat telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengerjakan tes. Ketika pikiran tenang, Anda akan menyelesaikan soal dengan lebih hati-hati dan tidak tergesa-gesa.



Demikianlah 7 tips menghadapi soal tes potensi akademik yang tentunya bisa dilakukan siapa saja, asalkan memiliki keinginan yang kuat dan kokoh. Semoga bermanfaat bagi Anda!

Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Di Pelatihan TPA Bappenas ini Anda akan di ajarkan mengenai sinonim, antonim, matematika, silogisme, logika cerita dan gambar. Selain itu, Anda juga akan diajarkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas Silahkan KLIK WhatsApp Sekarang




Tips Menghadapi Soal Tes Potensi Akademik

Kamis, 13 Februari 2020

Tes Potensi Akademik Bappenas


Tes Potensi Akademik Bappenas






TPA BAPPENAS atau Tes potensi akademik Bappenas merupakan sebuah tes yang secara khusus digunakan untuk mengetahui serta mengevaluasi kemampan seseorang yang ingin masuk ke dalam jenjang pendidikan selanjutnya, melakukan pendaftaran beasiswa, menjadi pegawai atau karyawan, dan beberapa kategori lainnya. Tes ini merupakan tes yang bisa dilakukan secara berkelompok atau organisasi, dan juga perorangan.




Bagi teman-teman yang mendaftar S2 atau S3 pasti diawal-awal harus mengikuti beberapa rangkaian test. Salah satu yang harus diikuti adalah TPA. Test Potensi Akademik atau TPA biasanya digunakan untuk mengukur bakat dan kemampuan seseorang dalam bidang keilmuan.


Materi Tes Potensi Akademik Bappenas

TPA BAPPENAS sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Penalaran Verbal

Dalam test penalaran verbal sering kali yang keluar merupakan istilah istilah baru yang jarang kita jumpai pada kegiatan kita sehari-hari. Tips untuk mengerjakan soal ini bisa dengan memulai membaca berita baik di koran atau situs-situs berita.

  1. Kuantitatif

Test TPA ini sangat menghabiskan waktu. Dalam test kuantitatif akan diuji kecepatan menghitung dan mempelajari pola deret angka. Pada saat saya test TPA kemarin, saya menyisakan 40 soal, terpaksa pengawuranpun bertindak. Saran bagi teman-teman agar mengerjakan bagian deret angka dan bagian yang mempunyai pilihan x>y, x<y, x=y.

  1. Penalaran

Pada test Penalaran kita dituntut untuk mengasah logika kita dimana soal-soalnya berisi tentang logika analisa dan logika gambar. Pada TPA BAPPENAS, logika analisa harus dilatih dengan sering-sering mengerjakan latihan soal sedangkan untuk logika gambar akan lebih mudah bisa sering bermain puzzle dan rubik.



Fungsi Tes Potensi Akademik Bappenas

TPA BAPPENAS merupakan tes psikologi yang digunakan untuk mengukur kegesitan mental seseorang ketika berurusan dengan obyek kata (verbal), angka (numeris) dan gambar (figural). Secara psikologi dipercaya bahwa terdapat batas minimal tingkat kegesitan mental yang harus dimiliki seseorang sehingga ia berpeluang-besar berhasil menangani masalah yang bersifat intelektual. Karena itulah, TPA kerap dipergunakan dalam penyeleksian mahasiswa baru dan penyeleksian karyawan atau pegawai baru, bahkan untuk penyeleksian pimpinan suatu institusi negeri/swasta. TPA digunakan dalam SMNPTN untuk S1 sejak tahun 2009 dan digunakan dalam SNMPTN tertulis untuk S1 sejak tahun 2012. Selain digunakan dalam penyaringan mahasiswa, TPA juga digunakan dalam penyeleksian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Di kalangan peserta tes CPNS, TPA kerap disebut psikotest.



Score Tes Potensi Akademik Bappenas

Dalam test TPA score terendah adalah 200 dan tertinggi 800. Agar dapat lulus TPA peserta harus memiliki nilai minimal 500. Tidak ada pengurangan score karena salah menjawab jadi bila masih kosong sebaiknya diisi ngawur, barangkali saja jawabannya benar.


Pelajari kesemua jenis soal Tes Potensi Akademik Bappenas tersebut secara runtut dan teliti satu demi satu. Anda amat disarankan untuk mendapatkan sebuah konsep pengerjaan yang mampu diterapkan untuk berbagai macam persoalan. Kendati sulit, soal TPA bukan berarti tidak bisa dipecahkan. Kemauan, rajin berlatih, serta kedisiplinan tentu saja sangat dibutuhkan untuk sukses melewati tes yang terkenal sulit ini. Semoga, dengan informasi di atas, Anda mampu mendapatkan tanda lulus ujian soal Tes Potensi Akademik Bappenas.


Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Di Pelatihan TPA Bappenas ini Anda akan di ajarkan mengenai sinonim, antonim, matematika, silogisme, logika cerita dan gambar. Selain itu, Anda juga akan diajarkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas Silahkan KLIK WhatsApp Sekarang





Tes Potensi Akademik Bappenas

Minggu, 15 September 2013

UPP TPA Bappenas

UPP TPA Bappenas



  

UPP TPA Bappenas atau Unit Usaha Otonom Penyelenggara Tes (UUO PT) adalah unit organisasi khusus di dalam Koperasi Perencanaan/Koperasi Pegawai Bappenas,  yang didirikan khusus untuk mengganti peran Unit Usaha Pelayanan Penyelenggaraan Tes Potensi Akademik (UPP TPA) Pusat Pembinaaan Pendidikan dan Pelatihan  Perencanaan (Pusbindiklatren) Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), sejak ditutupnya UPP TPA di Bappenas.

upp tpa bappenas

SEJARAH

Organisasi penyedia layanan Tes Potensi Akademik (TPA), berkembang dari waktu ke waktu, sejalan dengan perkembangan penggunaan dan pengguna alat tes itu sendiri. Sebagai alat tes, TPA pertama kali dikembangkan bersamaan dengan berdirinya Overseas Training Office (OTO) di Bappenas pada tahun 1984. Tugas OTO Bappenas pada waktu itu adalah mengelola dan mengkoordinasikan dana hibah luar negeri untuk peningkatan SDM khususnya PNS melalui program beasiswa S2 dan S3 luar negeri. Mengingat besarnya calon peserta dan tuntutan akan adanya kredibilitas untuk memilih calon peserta serta untuk menjamin keberhasilan penyelesaian studi peserta program yang diselenggarakan OTO Bappenas, dikembangkan suatu alat seleksi sejenis advanced level scholastic aptitude test (SAT) yang telah diterapkan secara luas di Amerika Serikat, dalam bahasa Indonesia. Konsep TPA dirancang mengikuti model Graduate Record Examination Aptitude Test (GRE) yang telah diterapkan secara luas di Amerika Serikat. Keputusan ini diambil karena sebagian besar calon mahasiswa dikirm ke universitas di Amerika Serikat yang menuntut calon lolos saringan GRE. Disamping itu, penelitian di Amerika Serikat menunjukan angka total GRE lebih valid dibanding indeks prestasi undergraduate sebagai alat prediksi keberhasilan dalam pendidikan pascasarjana. Dari pelaksanaan tes pertama tersebut ternyata mendapat sambutan positif dari departemen dan lembaga non departemen yang menyatakan bahwa TPA sangat sesuai digunakan sebagai salah satu alat seleksi bagi calon peserta program S2 dan S3 luar negeri. Dari analisis item soal-soal TPA menunjukan bahwa validitas dan reliabilitas TPA cukup tinggi. Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas TPA, Koperasi Bappenas secara periodik bekerjasama dengan konsultan dan lembaga, baik dari dalam maupun luar negeri, dalam pengembangan TPA. Selain itu, OTO Bappenas juga terus memperbaiki sistem pendaftaran, pengadaan bahan, pelaksanaan tes, penilaian (skoring), dan penyampaian hasil kepada peserta. Pada perkembangan selanjutnya, TPA tidak hanya digunakan sebagai alat seleksi untuk program beasiswa S2 dan S3 luar negeri saja, namun juga digunakan sebagai alat seleksi penerimaan mahasiswa program S2 dan S3 oleh sebagian besar perguruan tinggi negeri dan swasta. Selain itu TPA juga kemudian dipergunakan sebagai alat seleksi penerimaan pegawai baru dan mutasi/promosi jabatan oleh departemen/lembaga non departemen di pusat dan daerah, BUMN/BUMD dan perusahaan swasta. Sebagai organisasi penyedia layanan, OTO Bappenas sebagai penyedia layanan di bawah lembaga pemerintah, sekarang telah diganti oleh lembaga berbadan hukum independen: Koperasi Pegawai Bappenas atau disebut juga dengan nama Koperasi Perencanaan. Koperasi Perencanaan memiliki unit khusus yang melayani permintaan penyelenggaraan TPA dan tes lain-lainya, yakni: Unit Usaha Otonom Penyelenggaraan Tes (UUO PT).

Berdasarkan survei soal yang dikeluarkan oleh OTO Bappenas lebih sulit daripada lembaga lainnya. Begitu juga biaya pendaftarannya lebih mahal.  Kalian tidak perlu khawatir akan kesulitan soalnya atau biaya yang mahal. Peserta TPA Bappenas akan mendapatkan beberapa hak yang tidak diperoleh mengikuti tes TPA di lembaga lainnya sebagai berikut:

 Keunggulan TPA Bappenas


• Cara mendaftar mudah melalui online.

• Nilai lebih cepat keluar, biasanya 3-4 hari kerja.

• Sertifikat bisa diambil langsung di kantor atau diantarkan sesuai permintaan peserta setelah nilai keluar.

• Sertifikat TPA Bappenas diakui secara nasional. Banyak yang mensyaratkan TPA Bappenas dari pada yang lainnya.

 

Cara Mendaftar TPA Bappenas

 

• Buka webnya (koperasi.bappenas.go.id ), lalu cek jadwal yang tersedia tiap bulannya.

• Segera melakukan pembayaran melalui ATM BNI ditransfer pada no rekening tujuan. Jangan transfer mendekati batas akhir pendaftaran karena mempengaruhi kuota yang hanya terbatas. Kalau biaya yang saya ikuti TPA Bappenas di Jakarta adalah Rp. 380.000,00. Biayanya bisa berbeda sesuai penyelenggaranya.

• Siapkan scan dalam bentuk jpg atau foto KTP, Ijazah terakhir dan bukti transfer. Ada persyaratan minimal pendidikan D3 yang boleh mengikuti TPA Bappenas.

• Mengisi biodata diri di web dan melengkapi semua berkas yang dibutuhkan harus diupload.

• Menunggu balasan konfirmasi email.

• H-2 diberitahukan jadwal waktu dan tempatnya melalui email. Jika berhalangan di hari H, minimal H-2 harus mengkonfirmasi melalui surat tertulis untuk menunda jadwal test ke hari lain. Jadwal hanya bisa ditunda satu kali, jika mengkonfirmasi lebih dari H-2 dan berhalangan hadir maka biaya dianggap hangus dan tidak bisa dikembalikan.

 

Peserta harus tiba di lokasi 30 menit sebelum tes dimulai. Lalu, mencari ruangan yang ditempel oleh petugas dilanjut registrasi ulang. Membawa KTP asli, bukti transfer asli dan foto berwarna 3×4 sebanyak 2 buah. Jika sudah tiba waktunya, akan dipersilahkan masuk oleh pengawas. Dalam satu ruangan terdapat 4-5 pengawas yang terdiri pengawas utama dan pendamping.

Peserta diberikan kesempatan untuk ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum tes. Setelah pengawas utama membaca peraturan, salah satu perwakilan peserta membuka soal yang masih disegel diletakkan dalam koper. Lalu dibagikan lembar jawaban, buku soal dan lembar kuisioner oleh pengawas pada masing-masing peserta. Peraturannya adalah di atas meja hanya ada pensil 2B, penghapus, rautan, KTP dan kartu pengenal peserta yang diperoleh waktu registrasi ulang.

JENIS-JENIS TES POTENSI AKADEMIK (TPA)

Secara Garis Besar, Tes Potensi Akademik Dibagi 4 Subtes Yaitu Tes Bahasa (Verbal), Tes Angka (Numerik), Tes Logika, Dan Tes Gambar (Spasial). Dibawah Ini Penjelasan Pada Masing-Masing Subtes Tes Potensi Akademik.

 

Tes Bahasa (Verbal)

 

Tes Bahasa (Verbal), Pada TPA Subtes Ini Dibagi Menjadi 4 Bidang Bahasa, Yaitu:

 

•  Tes lawan kata (antonim) yaitu peserta tes diminta untuk mencari satu kata yang menjadi lawan kata pada soal yang tersedia

•  Tes persamaan kata (sinonim) yaitu peserta tes diminta untuk mencari satu kata yang menjadi persamaan kata pada soal yang tersedia

• Tes pengelompokan kata yaitu peserta diminta untuk mencari satu kata yang tidak termasuk kategori sejenis

• Tes padanan kata yaitu peserta diminta untuk mencari satu kata yang sesuai dengan pasangannya pada soal yang tersedia.

Harry Tolley Menjelaskan Bahwa Membaca Dan Memahami Kalimat Atau Kata Yang Tertulis Serta Kemampuan Bahasa Adalah Salah Satu Cara Untuk Melihat Kemampuan Seseorang. Tes Ini Juga Sangat Erat Hubungannya Dengan Tes Kognitif, Tes Kecerdasan Maupun Tes Psikometri. Subtes Ini Dirancang Untuk Mengetahui Seberapa Jauh Seseorang Menggunakan Bahasanya Seefektif Mungkin Dengan Bahasa Baku

 

Tes Angka (Numerik)

 

Tes Angka (Numerik), Pada TPA Subtes Ini Dibagi Menjadi 5 Bidang Numeric, Yaitu:

 

• Tes angka pada cerita yaitu peserta diminta untuk membaca soal cerita yang tersedia di soal dan menjawab pertanyaan yang sesuai dengan kehendak soal pada kolom jawaban dengan cepat

• Tes logika angka yaitu peserta diminta untuk menalar persamaan angka yang tersedia pada kolom jawaban secara logis

• Tes seri huruf yaitu peserta diminta untuk menjawab huruf selanjutnya yang rumpang pada deret huruf dan biasanya pada bagian ini mempunyai pola tertentu

• Tes deret (serial angka) yaitu peserta diminta untuk menjawab bilangan selanjutnya yang rumpang pada deret angka dan biasanya pada bagian ini deret angka mempunyai pola tertentu juga

• Tes hitungan (aritmatika) yaitu peserta diminta untuk menghitung dengan menambah, membagi, mengali maupun membagi bilangan yang tersedia di soal dan biasanya soal pada bagian ini menjebak hitungan peserta walaupun terlihat mudah

 

Tes Logika

 

Pada TPA Tes Ini Berguna Untuk Menguji Memecahkan Masalah Dengan Logis Dan Penalaran. Subtes Ini Dibagi Menjadi 4 Bidang Logika, Yaitu:

 

• Tes logika diagram yaitu peserta diminta untuk menginterpretasikan suatu diagram yang tersedia pada soal dan jawaban biasanya berupa pernyataan yang sesuai pada diagram soal

• Tes logika cerita yaitu peserta diminta untuk membaca suatu cerita yang tersedia di soal dan menjawab soal-soal yang berhubungan dengan cerita pada soal tetapi biasanya pertanyaan dan jawaban pada soal tidak secara langsung terdapat jawabannya pada cerita

• Tes silogisme (analisa sebuah pernyataan dan kesimpulan) yaitu peserta diminta untuk apakah pernyataan dan kesiimpulan yang diambil dalam soal maupun jawaban sudah benar atau belum

• Tes logika umum yaitu peserta diminta untuk menalar suatu pernyataan yang logis dengan cepat

 

Tes Gambar (Spasial)                   

 

Pada TPA Tes Ini Dibagi Menjadi 4 Bidang Spasial, Yaitu:                           .

 

• Tes padanan gambar yaitu peserta diminta untuk mencocokkan gambar yang sesuai dengan pertanyaan dengan jawaban yang ada

• Tes bayangan gambar yaitu peserta diminta untuk menalar bagaimana suatu gambar akan dicerminkan pada suatu bayangan dan hasil dari bayangan tersebut memberi gambaran seperti pada kolom jawaban yang tersedia

• Tes kelompok gambar yaitu peserta diminta untuk mengelompokkan gambar yang sesuai kondisi atau satu kategori yang sama dengan kategori yang berbeda pada jawaban

• Tes identifikasi gambar yaitu peserta diminta untuk mengidentfikasi gambar apa yang tertera pada soal maupun jawaban yang tersedia

 

 

Soal-Soal TPA Bappenas

Soal-soalnya terdiri dari 3 bagian yaitu:

• Verbal (90 soal), waktu 60 menit. Ciri-ciri soalnya adalah sinonim, antonim atau padanan kata.

• Kuantitatif (90 soal), waktu 60 menit. Ciri-ciri soalnya berupa perhitungan matematika mulai dari yang sederhana sampai soal cerita.

• Logika (70 soal), waktu 60 menit. Ciri-ciri terdapat soal cerita dan pola gambar yang harus berfikir secara logika.


Contoh Soal TPA


1. Setiap siswa dikelas X memiliki kalkulator grafik. Setiap orang yang memiliki kalkulator  grafik mengerti tentang fungsi trigonometri. Roni adalah siswa kelas X. Jadi...

a. Roni tidak memiliki kalkulator grafik

b. Roni mengerti tentang fungsi trigonometri

c. Roni belum tentu memiliki kalkulator grafik

d. Roni belum tentu mengerti tentang fungsi trigonometri

e. Roni mengerti tentang fungsi trigonometri tetapi tidak memiliki kalkulator

 

2. Semua karyawan diberi cuti. Sebagian karyawan diberi pesangon. Jadi...

a. Semua karyawan diberi cuti dan pesangon

b. karyawwan yang diberi cuti biasanya diberi pesangon

c. Sebagian karyawan diberi cuti dan pesangon

d. Karyawanyang diberi pesangon psti diberi cuti

e. Karyawan tidak diberi cuti dan pesangon

 

3. Suatu keluarga memiliki beberapa cucu, diantaranya Nita, Finda, Fandi, Fano, dan  yang lainnya. Niita lebih tua dari pada Fandi, dan Finda lebih muda dari pada Fano.

Jika Finda lebih muda dari pada Fandi, manakah pernyataan yang tidak benar?

a. Fano lebih muda dari pada nita

b. Fano lebih muda dari pada Fandi

c. Fandi lebih muda dari pada Fano

d. Nita usianya sama dengan Fano

e. Nita lebih muda dari pada Finda

 

Sinonim


1. BAKA

a. Sebentar

b. Selamanya

c. Abadi

d. Elaborasi

e. Bertahan lama

 

2. KANAKA

a. Sering

b. Manusia

c. Hewan

d. Jarang

e. Serius

 

3. KAFI

a. Mapan

b. Menetap

c. Lengkap

d. Berpindah

e. Sesusai urutan

 

4. ACUAN

a. Pegangan

b. Pedoman

c. Pemacu

d. Rujukan

e. Pendorong

 

Antonim

 

1. EMIGRASI

a. Imigrasi

b. Urbanisasi

c. Migrasi

d. Ekspor

e. Impor

 

2. INSIDENTAL

a. Jarang

b. Rutin

c. Tertentu

d. Tepat

e. Salah

 

3. VERSUS

a. Lawan

b. Mitra

c. Pengaruh

d. Cegah

e. Ancam

 

Jadi, total soal adalah 250 dikerjakan dalam waktu 180 menit atau 3 jam. Artinya tiap 1 soal hanya diberikan waktu 30 detik. Jadi kita harus fokus mengerjakannya. Peserta dilarang mengisi bagian yg belum disuruh oleh pengawas, bagian yang dikerjakan harus berurutan mulai verbal, lalu kuantitatif dan terakhir soal logika.

Dalam mengerjakan bagian nomer boleh diacak, dan tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban yang salah. Pengawas akan membetahukan batas waktu mengerjakan tiap 10 menit terakhir. Peserta harus sering latihan untuk bisa mengerjakan soal dan bisa mengatur waktu sebaik mungkin. Nilai terendah adalah 200 dan tertinggi 800. Biasanya syarat untuk S2/S3 adalah 450 atau 500 ke atas.

 

Berikut tips mendapatkan skor > 575:

 

BELAJAR

Belajar akan lumayan membantu untuk meningkatkan skor. Merefresh otak kembali dari pelajaran yang dulu terlupa. Misalnya beberapa kata di verbal dalam buku TPA. Untuk matematika, dengan belajar kita jadi mengulang kembali soal-soal matematika misalnya soal susul-menyusul waktu, satuan ukuran, rumus bangun ruang. Untuk penalaran, ada rumusnya sehingga kita bisa lebih cepat dan benar dalam menyelesaikan penalaran logis.

 

PAHAMI JENIS SOAL YANG AKAN KELUAR

Supaya tepat sasaran, kita sebaiknya tahu apa saja jenis soal TPA. Ada tiga subtes dengan jumlah 250 soal dengan waktu pengerjaan 60 menit per subtesnya.

Untuk lebih jelasnya, seperti apa soalnya dapat dilihat di buku-buku TPA yang tersedia, kalau saya saat ini punya tiga buku (niat yee) yang saya pelajari:

Referensi Pintar TPA Pascasarjana S2/S3 karangan Raditya Panji Umbara

Masterpiece TPA Versi OTO Bappenas karangan Tim Litbang Media Cerdas

TOP Update PAKAR TPA Tembus Skor 700+ Versi Oto Bappenas.

 

  •        PERSIAPAN

Misalnya:

•Jangan lupa bawa form pendaftaran dan bukti transfer

•Survey lokasi

•Datang jangan ngepas waktunya

•Sarapan dulu sebelum ujian

•Bawa jaket buat persiapan (tes yang kedua, ruangan ACnya dingiiiinnn betul)

•Peralatan-peralatannya jangan ketinggalan (pensil, penghapus)

•Persiapan air

 

 

PASRAH DAN DOA

Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Kesuksesan menurut saya adalah apapun hasilnya ketika kita menengok kebelakang tidak ada lagi penyesalan karena kita sudah melakukan usaha terbaik semampu kita. Mungkin kita kurang di satu sub tes, tapi nilai kita terangkat di sub tes lain jadi masih ada harapan untuk mendapatkan skor yang kita targetkan, karena kan penjumlahannya dibagi 3. 


UPP TPA bappenas

Bappenas melalui Unit Pelayanan Penyelenggaraan Tes Potensi Akademik (UPP TPA Bappenas) telah mengembangkan alat seleksi yang dinamakan Tes Potensi Akademik (TPA). TPA dirancang untuk mengungkap potensi intelektual, yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan mengikuti jenjang pendidikan S2 atau S3.

UPP TPA Bappenas dapat memberikan pelayanan penyelenggaraan TPA melalui kerjasama dengan lembaga pengguna tes yang bermaksud mengadakan seleksi penerimaan pegawai, mutasi dan promosi jabatan, atau penerimaan mahasiswa baru jenjang pendidikan S2 dan S3.

Dalam pelaksanaannya, UUO PT didukung oleh tenaga ahli pengembang tes (test developers) Tes Potensi Akademik,  yang bergabung di PT Bina Cipta Seleksindo (BCS).
BCS adalah  lembaga pemegang hak lisensi penggunaan nama Tes Potensi Akademik (TPA) OTO Bappenas, yang terdaftar di Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan pelayanan di atas meliputi penyediaan buku soal, lembarjawaban, tenaga pengawas (pengawas utama dan pengawas pendamping), dan penilaian skor serta pengiriman nilai. Sedangkan kriteria dan persyaratan peserta lainnya serta batas kelulusan ditentukan oleh lembaga pengguna tes yang bersangkutan.

Disamping penyelenggaraan melalui kerjasama kelembagaan tersebut di atas, UPP TPA Bappenas dapat juga memberikan pelayanan individual sesuai dengan mekanisme penyelenggaraan tes individual.

Siapkan diri dan mental Anda secara matang untuk mengantisipasi berbagai tipe soal. Tumbuhkan sikap optimis bahwa Anda mampu mengerjakannya dengan baik. Selamat belajar dan semoga sukses dengan target nilai 799!



Bila anda memerlukan keterangan lebih lanjut, hubungi:
Gedung Yarnati Lantai 3
Jl. Proklamasi No. 44, Jakarta Pusat 10320
UPP TPA Bappenas